ANAK SULTAN

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Rabu, 14 Oktober 2026

TMMD KE-130 KODIM 0310/SSD KEBUT REHABILITASI 5 RUMAH WARGA, LETKOL INF DICKY SAKTI MAULANA PASTIKAN HUNIAN LAYAK: TNI AD HADIR UNTUK RAKYAT

TMMD KE-130 KODIM 0310/SSD KEBUT REHABILITASI 5 RUMAH WARGA, LETKOL INF DICKY SAKTI MAULANA PASTIKAN HUNIAN LAYAK: TNI AD HADIR UNTUK RAKYAT

KODIM 0310 SSD, RABU (14/10/2026) | Semangat pengabdian TNI Angkatan Darat kepada masyarakat terus diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0310/SS. Kali ini, Satgas TMMD bersama warga mempercepat rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat.

Program rehabilitasi RTLH tersebut menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-130 yang dikerjakan dengan mengedepankan semangat gotong royong. Personel TNI dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan agar seluruh rumah yang menjadi sasaran program dapat dituntaskan sesuai target yang telah direncanakan.

Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0310/SS, Letkol Inf Dicky Sakti Maulana, S.HUB.INT, menegaskan bahwa percepatan pengerjaan dilakukan melalui kerja sama yang solid antara prajurit dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kekuatan penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

“Pekerjaan rehabilitasi RTLH terus kami kebut bersama warga agar selesai tepat waktu sesuai target. Kami berharap rumah yang direhabilitasi ini nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat penerima,” ujar Letkol Inf Dicky Sakti Maulana.

Perkembangan pengerjaan lima unit RTLH menunjukkan kemajuan yang signifikan. Meski percepatan terus dilakukan, Satgas TMMD tetap memperhatikan kualitas pekerjaan pada setiap tahapan. Upaya tersebut penting agar hasil rehabilitasi tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi juga mampu memberikan kenyamanan dan mendukung kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat.

Lebih dari sekadar pembangunan rumah, kegiatan ini mencerminkan kepedulian TNI AD terhadap kondisi sosial masyarakat. Hunian yang layak merupakan bagian penting dari kehidupan keluarga, sehingga melalui program TMMD, TNI berupaya membantu masyarakat memperoleh lingkungan tempat tinggal yang lebih baik sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Letkol Inf Dicky Sakti Maulana mengungkapkan bahwa program rehabilitasi RTLH merupakan bagian dari komitmen TMMD ke-130 dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan langsung warga. Dengan semangat kebersamaan, Satgas dan masyarakat optimistis seluruh sasaran dapat diselesaikan sesuai rencana, dengan tetap memperhatikan mutu pekerjaan dan manfaat jangka panjang bagi penerima.

Melalui rehabilitasi lima unit rumah tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0310/SS kembali menegaskan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat bukan hanya untuk melaksanakan tugas kewilayahan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan warga. TNI AD HADIR UNTUK RAKYAT, MENGABDI UNTUK NEGERI.

Wyndoee

Selasa, 13 Oktober 2026

DANSATHANTAI KODAERAL X HADIRI PEMBUKAAN TMMD KE-130 TAHUN 2026 DI KABUPATEN JAYAPURA

DANSATHANTAI KODAERAL X HADIRI PEMBUKAAN TMMD KE-130 TAHUN 2026 DI KABUPATEN JAYAPURA

Jayapura, 13 Oktober 2026 – Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X, Mayor Jenderal TNI Marinir Sugianto, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla., diwakili Dansathantai Kodaeral X Kolonel Laut (P) Mulyono, S.E., menghadiri upacara pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 yang diselenggarakan Kodim 1701/Jayapura, bertempat di Lapangan Gunung Merah, Kantor Bupati Jayapura.

Upacara pembukaan dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, yang mewakili Bupati Jayapura. Kegiatan ini menandai dimulainya pelaksanaan program TMMD sebagai wujud sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah penyerahan sasaran TMMD Ke-130 dan MoU dari Wakil Bupati Jayapura kepada Komandan Kodim 1701/Jayapura. Selanjutnya, Inspektur Upacara menyematkan pita Satgas TMMD Ke-130 dan menyerahkan alat kerja kepada perwakilan satgas.

Komandan Kodim 1701/Jayapura, Letkol Inf Tommy Yudistyo, S.Sos., M.Han., menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD ke-130 berlangsung selama 30 hari, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026, dengan lokasi kegiatan di Kampung Sabron Sari, Dusun Mulia, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

Di tempat terpisah, Komandan Kodaeral X Mayjen TNI Marinir Sugianto menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam program TMMD merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja sama dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan TMMD ke-130 ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, sekaligus memperkokoh semangat gotong royong dan persatuan di Kabupaten Jayapura.

TMMD/N Reguler ke-130 Resmi Dibuka Wali Kota Riyanda Putra di Lapangan Bola Talawai, Sawahlunto, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat

TMMD/N Reguler ke-130 Resmi Dibuka Wali Kota Riyanda Putra di Lapangan Bola Talawai, Sawahlunto, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat

Dansatgas Letkol Inf Dicky Sakti Maulana Pimpin Pelaksanaan TMMD/N ke-130 di Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Fokus Pembangunan Fisik dan Nonfisik

SAWAHLUNTO — Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali menjadi perhatian melalui pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) Reguler ke-130 di Lapangan Bola Talawai, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Selasa (13/10/2026). Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan.

Pembukaan TMMD/N Reguler ke-130 berlangsung melalui upacara resmi yang dihadiri jajaran TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjawab kebutuhan pembangunan di tengah masyarakat.

Program TMMD/N bukan sekadar agenda pembangunan rutin. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat untuk membangun wilayah, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Indonesia.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, S.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

“Program TMMD merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus wujud sinergi antara pemerintah daerah dengan jajaran TNI dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan,” ujar Riyanda Putra.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah memiliki peran dalam mendukung kebijakan dan kebutuhan pembangunan, sementara TNI turut berkontribusi melalui pelaksanaan program terpadu yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Dansatgas TMMD/N Reguler ke-130, Letkol Inf Dicky Sakti Maulana, S.Hub.Int., menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD mencakup pembangunan fisik dan nonfisik. Kedua aspek tersebut dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui perbaikan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui penguatan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pada sektor fisik, kegiatan TMMD/N dapat mencakup pembangunan maupun peningkatan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, sarana ibadah, dan fasilitas pendidikan sesuai dengan sasaran program. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat membantu memperlancar mobilitas warga, mendukung akses terhadap pelayanan dasar, serta menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur memiliki arti penting bagi masyarakat pedesaan. Akses jalan yang baik, misalnya, dapat membantu memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha warga. Sementara itu, sarana umum yang layak dapat mendukung aktivitas sosial, pendidikan, dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Namun, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari hasil pekerjaan fisik. Aspek nonfisik juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD/N, karena pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial, kesadaran bersama, serta kemampuan untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.

Melalui kegiatan nonfisik, program TMMD/N diarahkan untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama.

Letkol Inf Dicky Sakti Maulana juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam menyukseskan program tersebut. Partisipasi warga menjadi salah satu faktor penting karena masyarakat merupakan penerima manfaat langsung dari hasil pembangunan yang dilaksanakan di wilayah sasaran TMMD/N.

Keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan juga dapat memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas yang tersedia. Dengan demikian, hasil program tidak hanya dimanfaatkan selama kegiatan berlangsung, tetapi diharapkan dapat dirawat dan dijaga bersama agar manfaatnya bertahan dalam jangka panjang.

Sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan TMMD/N Reguler ke-130. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menyatukan kebutuhan di lapangan dengan dukungan lintas sektor, sehingga sasaran pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga.

Bagi Kota Sawahlunto, pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang menjangkau masyarakat hingga wilayah pedesaan. Peningkatan infrastruktur dan penguatan kehidupan sosial diharapkan dapat membuka peluang bagi aktivitas ekonomi, memperbaiki akses masyarakat, serta mendukung peningkatan kualitas hidup warga.

Meski demikian, keberhasilan TMMD/N pada akhirnya perlu dilihat dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, baik melalui hasil pembangunan fisik maupun dampak kegiatan nonfisik. Dukungan pemerintah daerah, pelaksanaan tugas yang terarah, serta partisipasi aktif warga akan menjadi unsur penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Dengan resmi dibukanya TMMD/N Reguler ke-130 di Lapangan Bola Talawai, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, diharapkan semangat gotong royong semakin kuat dan hubungan TNI dengan masyarakat semakin erat. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah menuju Sawahlunto yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

TNI MANUNGGAL BERSAMA RAKYAT, MEMBANGUN NAGARI UNTUK KEMAJUAN NEGERI.

Kabur saat Dicecar Pertanyaan Wartawan dan Pegiat Sosmed, Sikap Pegawai PN Tarik Tangan Petugas BPN Disorot!

PALANGKA RAYA - Pelaksanaan eksekusi tanah di Jalan Depung V, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, Senin (12/10/2026), diwarnai penolakan dari Termohon Eksekusi II, Sofirman alias Ayong. Ia mempertanyakan kejelasan lokasi dan batas-batas objek tanah berukuran 20 x 30 meter yang menjadi bagian dari perkara tersebut.

Eksekusi itu dilaksanakan berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Palangka Raya Nomor 21/PDT.EKS/2024/PN PLK, juncto Nomor 144/PDT.G/2021/PN PLK, juncto Nomor 49/PDT/2022/PT PLK, juncto Nomor 45 K/PDT/2023, tertanggal 19 Juni 2026.

Selain mempertanyakan lokasi objek tanah yang disengketakan, Ayong juga mempertanyakan dan menduga ada proses yang tidak sesuai dalam proses sengketa tanah. Bahkan, BPN dan Pengadilan Negeri Palangka Raya mendapat sorotan tajam.

“Ada apa BPN dengan PN? Kenapa petugas dari PN menarik tangan petugas BPN saat wartawan dan pegiat media sosial mencecar pertanyaan soal pemasangan plang yang tidak sesuai dengan titik objek yang disengketakan,” ungkap Ayong saat berada di lokasi.

Sementara itu, informasi yang dihimpun Kaltengoke.com di lapangan, petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palangka Raya yang berada di lokasi menyampaikan bahwa penentuan titik lahan mengacu pada dokumen pemeriksaan atau pencocokan lokasi (constatering).

Keterangan tersebut menjadi bagian penting untuk menjelaskan dasar penentuan lokasi objek yang dieksekusi. Namun, rincian mengenai batas-batas tanah, metode pencocokan, serta kesesuaian titik di lapangan dengan amar putusan masih perlu diperjelas.

Sementara itu, pihak PN Palangka Raya belum memberikan keterangan substantif terkait keberatan Ayong. Petugas di lapangan mengarahkan awak media untuk meminta penjelasan langsung kepada unsur pimpinan pengadilan.

Hingga berita ini disusun, penjelasan resmi dari pimpinan PN Palangka Raya mengenai dasar penentuan objek, keberatan terhadap pemasangan plang, dan kondisi bangunan di atas lahan tersebut masih diperlukan. 

Diketahui, dalam pelaksanaan eksekusi di lapangan, proses pengamanan juga melibatkan aparat kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ketiga unsur tersebut terlihat berada di lokasi untuk mengamankan jalannya kegiatan eksekusi, termasuk pada area yang terdapat dua bangunan rumah berkonstruksi kayu.

Kehadiran aparat gabungan tersebut menjadi bagian dari pengamanan proses eksekusi yang sempat diwarnai keberatan dari pihak Ayong, terutama terkait penentuan titik objek tanah dan pemasangan papan plang eksekusi. Meski demikian, persoalan mengenai batas dan kesesuaian objek tanah tetap memerlukan penjelasan berdasarkan dokumen perkara serta keterangan resmi pihak pengadilan. (cen)

Senin, 12 Oktober 2026

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Integritas dan Keteladanan Menjadi Fondasi Pengabdian

DITLANTAS POLDA SUMBAR | Suasana penuh keakraban terlihat dalam dokumentasi perayaan ulang tahun Komandan di lingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat. Rangkaian foto memperlihatkan kebersamaan personel, pemberian ucapan selamat, serta prosesi pemotongan kue yang berlangsung dalam suasana hangat pada Senin, 12 Oktober 2026.

Momen tersebut menghadirkan gambaran sisi humanis kehidupan di lingkungan kepolisian. Di balik seragam dan tanggung jawab kedinasan, hubungan kekeluargaan tetap menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga suasana kerja yang kondusif.

Dalam dokumentasi yang tersedia, tampak sejumlah personel berkumpul untuk memberikan ucapan kepada Komandan yang sedang merayakan hari ulang tahun. Dekorasi bernuansa biru dan putih serta suasana penuh senyum menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Kebersamaan juga terlihat ketika seorang perempuan mendampingi prosesi pemotongan kue. Momen ini memperlihatkan suasana akrab yang menjadi bagian dari perayaan, sekaligus menggambarkan pentingnya penghargaan dan perhatian di lingkungan kerja.

Bagi institusi kepolisian, soliditas bukan hanya tentang keseragaman dalam menjalankan tugas. Soliditas juga menyangkut kemampuan membangun komunikasi yang baik, menghormati satu sama lain, serta menjaga komitmen bersama dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menjadi figur pimpinan yang perlu ditempatkan dalam konteks tanggung jawab organisasi dan pelayanan lalu lintas. Namun, keterlibatan langsung beliau dalam acara pada foto perlu dipastikan melalui keterangan resmi penyelenggara sebelum diberitakan sebagai fakta.

Direktorat Lalu Lintas memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Pekerjaan tersebut menuntut koordinasi antarpersonel, penguasaan tugas, serta kemampuan menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di jalan raya.

Di tengah tingginya aktivitas masyarakat, personel Polantas harus mampu hadir dengan pendekatan yang profesional dan humanis. Pengaturan lalu lintas, penanganan kecelakaan, edukasi keselamatan berkendara, serta penegakan hukum membutuhkan sikap tegas yang tetap mengedepankan pelayanan.

Karena itu, kebersamaan di lingkungan internal semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai kekeluargaan perlu diwujudkan dalam kerja sama yang nyata, kedisiplinan, kepatuhan terhadap prosedur, dan kesediaan membantu rekan ketika menghadapi tantangan tugas.

Hubungan yang baik antara pimpinan dan anggota juga berperan dalam membangun iklim kerja yang sehat. Komunikasi terbuka, arahan yang jelas, serta keteladanan dalam bertindak menjadi unsur penting untuk menjaga profesionalisme organisasi.

Di sisi lain, masyarakat tetap menjadi orientasi utama pelayanan kepolisian. Keberhasilan jajaran lalu lintas tidak cukup diukur dari kegiatan internal, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman, memberikan informasi yang jelas, serta menangani persoalan masyarakat secara cepat dan bertanggung jawab.

Keselamatan berkendara merupakan salah satu tantangan yang terus membutuhkan perhatian. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, penggunaan helm berstandar, pemakaian sabuk keselamatan, dan larangan menggunakan telepon genggam ketika mengemudi harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Penegakan hukum juga perlu dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Konsistensi dalam menjalankan aturan menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.

Dalam konteks tersebut, soliditas personel Ditlantas Polda Sumbar mempunyai arti strategis. Setiap anggota perlu memahami tugas dan kewenangannya, menjaga integritas, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun mencederai kepercayaan terhadap institusi.

Perayaan ulang tahun Komandan sebagaimana tergambar dalam foto dapat menjadi pengingat bahwa penghargaan terhadap sesama merupakan bagian dari kehidupan organisasi. Suasana kekeluargaan yang positif diharapkan mendukung semangat bekerja dan meningkatkan kepedulian antarpersonel.

Namun, profesionalisme tetap menjadi ukuran utama pengabdian. Setiap kegiatan internal hendaknya berjalan seimbang dengan pelaksanaan tugas di lapangan, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

Bagi jajaran Polantas, tantangan ke depan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, kemampuan beradaptasi, dan pendekatan pelayanan yang semakin responsif. Masyarakat membutuhkan petugas yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu memberikan penjelasan secara santun dan bertindak secara adil.

Kekompakan organisasi juga harus tercermin melalui sikap sederhana dalam keseharian. Menghormati masyarakat, membantu pengguna jalan yang mengalami kesulitan, serta memberikan pelayanan tanpa diskriminasi merupakan bentuk pengabdian yang dapat dirasakan secara langsung.

Momentum kebersamaan seperti ini pada akhirnya memperoleh makna lebih luas ketika menjadi dorongan untuk memperkuat integritas dan tanggung jawab. Hubungan yang harmonis di internal kepolisian perlu berjalan seiring dengan keterbukaan terhadap evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan semangat kebersamaan, jajaran lalu lintas diharapkan terus menjaga komitmen terhadap keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Setiap personel memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan yang profesional, humanis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT. Kebersamaan, disiplin, dan integritas harus terus menjadi landasan pengabdian Polantas dalam menghadirkan pelayanan yang aman, tertib, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

TIM RMO

Ayong Pertanyakan Luas Badan Jalan yang Ditempati Rumah Kayu dan Letak Objek Sita

PALANGKA RAYA — Pelaksanaan eksekusi rumah kayu milik Ayong dalam perkara sengketa tanah menuai pertanyaan. Ayong mempertanyakan kejelasan luas badan jalan yang ditempati bangunan tersebut agar batasnya dapat dipastikan dan tidak masuk ke bidang tanah lain.

Selain mempertanyakan luas badan jalan, Ayong juga mempertanyakan letak pasti objek sita yang menjadi dasar pelaksanaan eksekusi.


Menurut Ayong, kejelasan mengenai batas dan posisi objek sangat penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam menentukan bagian tanah yang menjadi objek perkara.


Ia mempertanyakan berapa meter persegi badan jalan yang ditempati rumah kayu tersebut. Kejelasan ukuran itu dinilai penting untuk memastikan batas badan jalan dan bidang tanah di sekitarnya dapat dibedakan secara tepat.


Ayong juga meminta penjelasan mengenai lokasi objek sita. Ia mempertanyakan bagian tanah mana yang sebenarnya masuk dalam objek sita dan bagaimana letaknya jika dicocokkan dengan kondisi di lapangan.


Persoalan tersebut menjadi penting karena, menurut pihak Ayong, rumah kayu yang dieksekusi berada di atas badan jalan. Namun, penentuan posisi dan luasnya tetap perlu dipastikan melalui pengukuran serta pencocokan dengan dokumen perkara.


Sebelumnya, Ayong juga mempertanyakan kejelasan objek tanah berukuran 20 x 60 meter yang menjadi bagian dari sengketa tersebut. Perkembangan terbaru ini kembali menyoroti pentingnya kepastian mengenai letak, luas, dan batas objek yang tercantum dalam dokumen pengadilan.


Untuk memperjelas persoalan tersebut, Pengadilan Negeri Palangka Raya perlu memberikan penjelasan mengenai dasar penentuan objek sita dan objek eksekusi, termasuk batas-batasnya. Keterangan dari pemohon eksekusi serta pihak terkait lainnya juga diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh.


Pengukuran di lapangan dan pencocokan dengan dokumen perkara dapat membantu memperjelas apakah lokasi rumah kayu, badan jalan, dan bidang tanah di sekitarnya termasuk dalam objek yang ditetapkan untuk dieksekusi.


Hingga berita ini disusun, pertanyaan Ayong mengenai luas badan jalan yang ditempati rumah kayu dan letak pasti objek sita masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.

Minggu, 11 Oktober 2026

GERAK CEPAT PRAJURIT KODAM XX/TIB MEMBANTU MASYRAKAT MEMBERSIHKAN SISA BANJIR DI KOTA PADANG

PADANG – Intensitas hujan sangat lebat yang mengguyur Kota Padang pada Sabtu lalu mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir. Beberapa kawasan terdampak cukup parah, di antaranya Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, dan kawasan Jembatan Guo. Banjir tersebut menyebabkan air bercampur lumpur masuk ke rumah-rumah warga serta meninggalkan material lumpur dan sampah di lingkungan permukiman.

Menyikapi kondisi tersebut, prajurit Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB), melalui personel Kodim 0312/Padang dan Yonif 133/YS, turun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat membersihkan sisa-sisa banjir di wilayah terdampak, termasuk Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, dan kawasan Jembatan Guo, Kota Padang.
Di Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, sejumlah rumah dan bangunan warga terdampak genangan air yang meninggalkan endapan lumpur. Sementara itu, di kawasan Jembatan Guo, air dan lumpur juga masuk ke rumah warga sehingga membutuhkan penanganan dan pembersihan secara bersama-sama.
Para prajurit bahu-membahu bersama masyarakat membersihkan lumpur, sampah, serta material yang terbawa arus banjir, baik di dalam rumah maupun di sekitar lingkungan permukiman. Kegiatan ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi lingkungan agar kembali bersih dan masyarakat dapat segera menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dengan semangat gotong royong, personel Kodim 0312/Padang dan Yonif 133/YS bekerja secara langsung membantu warga yang terdampak. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus memberikan dukungan moril bagi masyarakat yang sedang berupaya memulihkan kondisi rumah dan lingkungan mereka pascabanjir.

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian TNI kepada rakyat, khususnya dalam membantu penanganan dampak bencana alam. Melalui aksi nyata di lapangan, prajurit Kodam XX/TIB berupaya membantu masyarakat menghadapi kesulitan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah.

Kodam XX/TIB terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan rakyat, serta mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. Sinergi antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya membersihkan lingkungan dan memulihkan kehidupan warga setelah banjir melanda Kota Padang.

Melalui kegiatan ini, semangat TNI Bersama Rakyat kembali diwujudkan dalam tindakan nyata. Kehadiran prajurit Kodam XX/TIB bersama Kodim 0312/Padang dan Yonif 133/YS di Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, serta kawasan Jembatan Guo menjadi bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat bangkit dan memulihkan kondisi lingkungan pascabanjir.

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi